Skema portable hospital (Portahos) yang sedang dikembangkan oleh ITS.

Surabaya, barunih.com – Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) bekerja sama dengan Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) melakukan pengembangan Portable Hospital (Portahos) untuk mengantisipasi ledakan pasien positif Corona. Inovasi ini diharapkan mampu menjadi solusi saat rumah sakit tidak cukup tempat untuk menampung pasien.

Selain melakukan pengembangan Portahos, ITS dan RSUA juga mengembangkan container isolasi berbasis modul container 20 kaki dan dikembangkan meliputi aspek eksterior maupun interior dan juga aspek prasarana seperti filter penyaring udara, anteroom, AC, exhaust fan dan pencahayaan.

“Portahos ini dibuat untuk antisipasi apabila jumlah pasien yang terkena virus Corona melebihi kapasitas rumah sakit utama. Jadi, selain berupa tenda ruang isolasi ini berbentuk container,” kata Bambang Pramujati, Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, Kerjasama, dan Kealumnian ITS kepada memorandum.co.id, Selasa (24/3/2020).

Dijelaskan Bambang, desain Portahos sendiri berbentuk tenda. Pihak ITS terinspirasi dari seni melipat kertas saat menemukan inovasi tersebut. Seni melipat kertas memiliki tingkat fleksibilitas dan kekokohan yang dihasilkan dari lipatan-lipatan yang saling bertemu dan saling menopang.

“Konsep ini praktis dalam operasionalnya. Pasang, bongkar, angkut dan disimpan,” imbuhnya.

Tipe ruang isolasi ini juga telah diatur berdasarkan pedoman teknis ruang isolasi yang disyaratkan Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik dan Sarana Kesehatan Tahun 2015. Ke depannya, ITS yang telah bekerja sama dengan RSUA tinggal menunggu permintaan rumah sakit untuk menyiapkan ruang isolasi tersebut.

“Desain juga telah kami siapkan, tinggal menunggu pihak rumah sakit saja mau yang mana. Kita melihat kebutuhan rumah sakit juga” pungkasnya.(Mg3)