Direktur Politeknik Pelayaran Surabaya Capt. Heru Susanto, MM menyerahkan sertifikat kepada salah satu keynote speaker.

Surabaya, barunih.com – Memasuki revolusi industri 4.0, peran dunia pelayaran semakin strategis dalam mendukung industri maritim nasional. Kekuatan industri maritim dapat diciptakan melalui pembangunan ekonomi yang solid, yang secara tidak langsung berdampak pada pasar tenaga kerja yang lebih baik.

Bidang kemaritiman telah menjadi isu strategis yang diharapkan perlu dikembangkan sejak pendidikan. Untuk itu, Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya kembali menggelar Konferensi Internasional Pendidikan dan Pelatihan Maritim ketiga guna mengkaji kesesuaian pendidikan politeknik dengan revolusi industri 4.0.

Staf Ahli Kementrian Perhubungan Cris Kuntadi yang hadir dalam konferensi itu mengungkapkan, perlu dilakukan untuk membahas masalah pendidikan dan pelatihan bidang kemaritiman supaya ketika lulus sesuai dengan kebutuhan pasar.

“Selain itu, kami juga melihat masukan seperti apa pendidikan vokasi seharusnya, agar sesuai dengan aturan pemerintah juga sesuai kebutuhan industri 4.0.” ujar Cris.

Dikatakan Cris, menghadapi tantangan industri ini, keahlian dalam teknologi informasi dan media sosial, inovasi, karier, dan komunikasi yang efektif sangat diperlukan. Dalam upaya untuk mendukung ketersediaan sumber daya manusia yang unggul di bidang pelayaran, pelabuhan, dan transportasi laut.

Maka diperlukan forum ilmiah sebagai media untuk bertukar wawasan, perspektif, dan pemikiran untuk para ahli, dosen, pendidik, peneliti, praktisi, dan pemerintah terkait pada bidang pelayaran dan transportasi laut dari dalam dan luar negeri.

“Diharapkan dari kegiatan ini dapat menghasilkan konsep yang dapat mendukung pengembangan pendidikan dan pelatihan maritim dalam menghadapi revolusi industri 4.0, untuk menciptakan sistem maritim yang berkelanjutan,” kata dia.

Selain itu, kegiatan ini juga mengundang Kemenristekdikti agar mengetahui perkembangan sistem pendidikan yang ada saat ini. (lis)