Surabaya, barunih.com – Jumlah sampah plastik tingkat dunia saat ini kian mengkhawatirkan pencemarannya. Kondisi tersebut memantik semangat kepedulian dari berbagai pihak, tak terkecuali para mahasiswa Strata 2 (S2) Manajemen STIE Perbanas Surabaya. [penci_ads id=”penci_ads_4″]

Mahasiswa S2 Angkatan 24 ini berinisiatif dan berkomitmen untuk mengurangi sampah plastik dengan membawa air dalam tempat minum atau tumbler sendiri. Gerakan ini dimulai saat mengikuti pembelajaran mata kuliah Manajemen Strategik di Ruang B208 Kampus 1 Jalan Nginden Semolo

Salah satu mahasiswa penggerak Eka Santoso menuturkan, semua ini bermula saat isu sampah plastik sudah dalam kondisi darurat. Melalui inisiatif itu, dirinya bersama rekannya ingin ambil bagian dalam mendukung anti sampah plastik.

”Melalui ketua kelas, kami diarahkan untuk berinisiatif membawa alat minum. Jadi, masing-masing lebih baik membawa air dalam tumbler sendiri dari rumah sehingga refill-nya ada dikampus. Jadi, saat perkuliahan sudah tidak ada lagi botol plastik,” terang Eka dalam rilisnya. [penci_related_posts dis_pview=”no” dis_pdate=”no” title=”baca juga” background=”” border=”” thumbright=”no” number=”4″ style=”list” align=”left” withids=”” displayby=”tag” orderby=”rand”]

Dengan adanya dukungan pihak kampus, Eka terus mendorong gerakan antisampah plastik ini bisa diikuti oleh setiap angkatan di Prodi Magister Manajemen dan semua mahasiswa S1 dan D3. Hal itu bisa melalui program-program yang dikorelasikan dalam kegiatan kampus.

”Harapannya, ya ide-ide program mengurangi sampah plastik ini bisa lebih banyak lagi,” harap Eka juga sebagai pelopor Gerakan Antisampah Plastik.

Kemudian, One Arto Wiro Suprayogo, ketua kelas angkatan 24 turut berharap aksinya itu bisa menginspirasi khususnya di lingkungan lembaga pendidikan. Pihaknya pun juga meyakini bahwa mahasiswa diploma 3 dan sarjana bisa lebih kreatif dalam mengurangi sampah plastik.

“Anak-anak yang lebih muda ini kami yakin ide-idenya pasti lebih banyak. Gerakan ini juga nantinya bisa menginspirasi teman S2 di lingkungan tempat kerja masing-masing agar selalu mengurangi penggunaan plastik,” ajak dia.

Sementara itu, dosen pengampu mata kuliah manajemen strategik, Lindiawati, sangat mengapresiasi kepekaan mahasiswa dalam menangkap implikasi salah satu topik mata kuliah manajemen stratejik, yaitu CSR dengan mewujudkan tekad mengubah mindset untuk mengurangi sampah plastik.

Tumbler yang bertuliskan semua nama mahasiswa Angkatan 24 ini akan menjadi penyemangat untuk menguatkan komitmen mengurangi plastik di manapun” tandas Lindiawati. (alf/lis)