Foto:Rosi Yanti Sya’idah didampingi ibunya menerima penghargaan dari Ketua STIE Perbanas Surabaya Dr Yudi Sutarso.

Surabaya, memoramdum.co.id
Rosi Yanti Sya’idah menyandang predikat wisudawan terbaik STIE Perbanas Surabaya

Rosi Yanti Sya’idah berpelukan dengan ibunya dan  menyandang predikat wisudawan terbaik STIE Perbanas Surabaya.

periode ll tahun 2019. Lulusan program studi diploma 3 akutansi ini telah diwisuda, Minggu (24/11) bersama wisudawan lainnya.

Rosi sapaan akrabnya merupakan seorang perempuan yang tangguh dan ulet. Diterima sebagai mahasiswa bidikmisi pada 2016, wanita berhijab ini sempat patah semangat untuk lanjut kuliah. Pasalnya, anak sulung dari dua bersaudara ini telah ditinggalkan sosok sang ayah sejak duduk dibangku kelas XI.

Namun, putri pasangan Hari Susanto (alm) dan Ibu Welas Asih ini selalu ingat pesan mediang sang ayah agar tetap melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

”Pikiran saya dulu setelah lulus SMK langsung ingin bekerja. Tapi, ayah selalu menginginkan saya untuk lanjut kuliah,” cerita alumni SMK Negeri 1 Surabaya.

Di samping itu, sejumlah orang di lingkungan keluarganya bahkan sempat merendahkan dan mencemoohnya. Rosi dinilai tidak layak untuk mengenyam pendidikan di kampus.

Di tengah cibiran itu, wanita kelahiran Surabaya, 25 Januari 1998, membuktikan bahwa dirinya berhasil mengangkat derajat orang tuanya dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,94 (cum laude).

Perjuangan yang dilewatinya ternyata tidak mudah. Mulai dari gagal masuk kampus negeri, Rosi berjuang mendapatkan beasiswa bidikmisi. Selama kuliah di Prodi Diploma 3 Akuntansi STIE Perbanas Surabaya, dirinya pun aktif dan sering ikut lomba. Salah satu prestasi yang diraihnya adalah juara II Internal Competition of Accounting (COMPAC) tahun 2017 dan 2018. Selain itu, dirinya juga sering memberikan pelajaran tambahan di malam hari untuk menambah uang saku.

“Waktu malam saya memberikan les pelajaran untuk tambahan uang saku. Karena kuliah sudah gratis jadi saya cari tambahan,” ungkap Rosi.

Kakak satu-satunya Retno Mutia Rani ini pun selalu mengingat pesan mendiang sang ayah untuk menuntut ilmu yang lebih tinggi. Meski orang tuanya hanya lulusan SMA, Rosi diminta untuk kuliah. ”Inilah cara saya mengangkat derajat orang tua dan keluarga. Walau ayah pendiam, tetapi beliau meninggalkan pendidikan dan akhlak bagi anaknya,” kenang Rosi.

Dua tahun terakhir ini, Rosi pun senang ada seseorang yang bersedia menjadi wali atau ayah angkat di keluarganya, yakni H. Sudarno, ST. Kebahagiannya pun bertambah ketika dirinya sudah bekerja selama dua bulan sebagai accounting staff di Koperasi Karyawan STIE Perbanas Surabaya, meski belum diwisuda.

Perlu diketahui, STIE Perbanas Surabaya telah usai mengukuhkan 394 lulusan pada penyelenggaraan Wisuda Program Studi Magister Manajemen, Sarjana, dan Diploma 3 Periode II Tahun 2019 pada Minggu, 24 November 2019. Bertempat di Dyandra Convention Center Jalan Basuki Rachmat 93-105 Surabaya. Wisudawan kali ini terdiri dari 17 orang dari Program Studi (Prodi) Magister Manajemen, 117 orang prodi Sarjana Manajemen, 193 Sarjana Akuntansi, 5 Sarjana Ekonomi Syariah, 40 orang dari Prodi Diploma 3 Perbankan dan Keuangan, dan 22 orang dari Wisudawan Diploma 3 Akuntansi.

Sementara itu, Ketua STIE Perbanas Surabaya, Dr. Yudi Sutarso, S.E., M.Si, mengungkapkan kampus yang dipimpinnya saat ini memang ada program beasiswa, yakni beasiswa penuh dan Bidikmisi. Nah, untuk wisudawan terbaik kali ini memang berasal dari program beasiswa bidikmisi.

Pihaknya pun berpesan kepada segenap wisudawan agar meningkatkan segala pengetahuan dan kemampuan di era teknologi informasi, global, dan terbuka. ”Jadilah pembelajar seumur hidup agar selalu dapat beradaptasi dengan perubahan dunia yang sarat akan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,” pesannya. (alf/udi)